Tampilkan postingan dengan label Nature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nature. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

INTRUSI AIR LAUT TERHADAP AIR TANAH

Tingginya tingkat intrusi air laut yang terjadi di sebagian besar wilayah pantai akan mengkhawatirkan kepada kita semua karena dapat mengancam kualitas air tanah yang ada di sekitar pantai yang memiliki intrusi air laut yang tinggi. Salah satu akibat intrusi air laut adalah air sumur masyarakat yang ada di sekitar pantai akan menjadi asin.
Abrasi pantai yang disertai dengan pengikisan-pengikisan tanah bagian atas dan bagian bawah akan mengurangi lapisan-lapisan di dalam tanah yang berfungsi sebagai filter alami penghasil air bersih yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber air minum atau pun untuk keperluan lainnya. Tingginya tingkat intrusi air laut akan membuat air laut yang masuk tanpa penyaringan oleh filter alami seperti masuk begitu saja.
Kenapa ini perlu diwaspadai? Intrusi air laut yang tinggi bukan hanya akan mencampuri dan membuat sumber air bersih masyarakat menjadi berkurang, tetapi juga bisa menghancurkan dan mengurangi keanekaragaman hayati di wilayah pantai. Secara tidak langsung, cepat atau lambat akan menjadi krisis air bersih dan daratan yang ada akan bercampur dengan lautan. Jika abrasi yang tinggi tidak dapat dikendalikan maka wilayah pantai akan terancam habis.
Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mencegah abrasi yang terjadi di sepanjang pantai diantaranya dengan menanam pohon bakau serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga pantai untuk kepentingan kita bersama.




Rabu, 12 Januari 2011

CARA MEMELIHARA LINGKUNGAN DAN MANFAATNYA

Ada banyak cara kita untuk memelihara lingkungan yang ada di sekitar kita. Mulai dari lingkungan rumah, lingkungan perumahan, lingkungan sekolah, lingkungan kantor, hingga lingkungan dimana pun kita berada.
Jika kita rajin serta selalu menjaga dan memelihara lingkungan, manfaatnya sangat besar yang akan kita rasakan dalam kehidupan kita.
Berikut ini adalah cara yang dapat kita lakukan untuk memelihara lingkungan beserta manfaat yang akan kita peroleh secara langsung maupun tidak langsung dari yang kita lakukan.

Cara Memelihara:
1. Cara sederhana yaitu membuang sampah pada tempatnya.
2. Merawat tanaman yang tumbuh di lingkungan tempat kita tinggal.
3. Menanami lahan yang ada di sekitar kita dengan tanaman yang bermanfaat.
4. Kerja bakti membesihkan lingkungan sekitar.

Manfaat yang diperoleh:
1. Udara menjadi sejuk.
2. Lingkungan disekitar kita menjadi asri.
3. Mengurangi polusi udara.
4. Tanaman yang bermanfaat (tanaman obat) berguna untuk menjaga kesehatan.
5. Lingkungan menjadi bersih dan hidup menjadi lebih sehat.
6. Tempat tinggal terasa nyaman.

Paparan di atas adalah cara-cara yang dapat kita tempuh untuk menjaga dan memelihara lingkungan di sekitar kita. Untuk siswa dan siswi yang masih bersekolah dapat memulai dari lingkungan sekolah dengan cara memelihara lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar menjadi nyaman.






Rabu, 03 November 2010

FAKTOR PENENTU DEBIT AIR

Debit air merupakan komponen yang penting dalam pengelolaan suatu DAS. Pelestarian hutan juga penting dalam rangka menjaga kestabilan debit air yang ada di DAS, karena hutan merupakan faktor utama dalam hal penyerapan air tanah serta dalam proses Evaporasi dan Transpirasi. Juga pengendali terjadinya longsor yang mengakibatkan permukaan sungai menjadi dangkal, jika terjadi pendangkalan maka debit air sungai akan ikut berkurang.
Selain menjaga pelestarian hutan, juga yang tidak kalah pentingnya yang sangat penting kita perhatikan yaitu tingkah laku manusia terhadap DAS, seperti pembuangan sampah sembarangan.
Hal-hal berikut ini adalah yang mempengaruhi debit air:
1. Intensitas hujan.
Karena curah hujan merupakan salah satu faktor utama yang memiliki komponen musiman yang dapat secara cepat mempengaruhi debit air, dan siklus tahunan dengan karakteristik musim hujan panjang (kemarau pendek), atau kemarau panjang (musim hujan pendek). Yang menyebabkan bertambahnya debit air.
2. Pengundulan Hutan
Fungsi utama hutan dalam kaitan dengan hidrologi adalah sebagai penahan tanah yang mempunyai kelerengan tinggi, sehingga air hujan yang jatuh di daerah tersebut tertahan dan meresap ke dalam tanah untuk selanjutnya akan menjadi air tanah. Air tanah di daerah hulu merupakan cadangan air bagi sumber air sungai. Oleh karena itu hutan yang terjaga dengan baik akan memberikan manfaat berupa ketersediaan sumber-sumber air pada musim kemarau. Sebaiknya hutan yang gundul akan menjadi malapetaka bagi penduduk di hulu maupun di hilir. Pada musim hujan, air hujan yang jatuh di atas lahan yang gundul akan menggerus tanah yang kemiringannya tinggi. Sebagian besar air hujan akan menjadi aliran permukaan dan sedikit sekali infiltrasinya. Akibatnya adalah terjadi tanah longsor dan atau banjir bandang yang membawa kandungan lumpur.
3. Pengalihan hutan menjadi lahan pertanian
Risiko penebangan hutan untuk dijadikan lahan pertanian sama besarnya dengan penggundulan hutan. Penurunan debit air sungai dapat terjadi akibat erosi. Selain akan meningkatnya kandungan zat padat tersuspensi (suspended solid) dalam air sungai sebagai akibat dari sedimentasi, juga akan diikuti oleh meningkatnya kesuburan air dengan meningkatnya kandungan hara dalam air sungai.Kebanyakan kawasan hutan yang diubah menjadi lahan pertanian mempunyai kemiringan diatas 25%, sehingga bila tidak memperhatikan faktor konservasi tanah, seperti pengaturan pola tanam, pembuatan teras dan lain-lain.
4. Intersepsi
Adalah proses ketika air hujan jatuh pada permukaan vegetasi diatas permukaan tanah, tertahan bebereapa saat, untuk diuapkan kembali(”hilang”) ke atmosfer atau diserap oleh vegetasi yang bersangkutan. Proses intersepsi terjadi selama berlangsungnya curah hujan dan setelah hujan berhenti. Setiap kali hujan jatuh di daerah bervegetasi, ada sebagian air yang tak pernah mencapai permukaan tanah dan dengan demikian, meskipun intersepsi dianggap bukan faktor penting dalam penentu faktor debit air, pengelola daerah aliran sungai harus tetap memperhitungkan besarnya intersepsi karena jumlah air yang hilang sebagai air intersepsi dapat mempengaruhi neraca air regional. Penggantian dari satu jenis vegetasi menjadi jenis vegetasi lain yang berbeda, sebagai contoh, dapat mempengaruhi hasil air di daerah tersebut.
5. Evaporasi dan Transpirasi
Evaporasi transpirasi juga merupakan salah satu komponen atau kelompok yang dapat menentukan besar kecilnya debit air di suatu kawasan DAS, mengapa dikatakan salah satu komponen penentu debit air, karena melalu kedua proses ini dapat membuat air baru, sebab kedua proses ini menguapkan air dari per mukan air, tanah dan permukaan daun, serta cabang tanaman sehingga membentuk uap air di udara dengan adanya uap air diudara maka akan terjadi hujan, dengan adanya hujan tadi maka debit air di DAS akan bertambah juga.

Debit aliran dapat dijadikan sebuah alat untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suatu kawasan melalui pendekatan potensi sumberdaya air permukaan yang ada.





Selasa, 20 Juli 2010

AKU RINDU HUTANKU

Terlena oleh beberapa gambar yang mencerminkan keindahan alam terutama hutan di bukit-bukit negeri ini, saya teringat akan kondisi hutan yang sangat memprihatinkan. Dimana-mana tidak ada lagi hutan tropis yang dahulu membahana hingga seantero dunia bahwa Indonesia, negeri tercinta kita ini memiliki persediaan bahan sumber daya alam seperti kayu maupun rotan yang sangat melimpah hingga dikenal sebagai paru-paru dunia.
Jujur, ingin menangis rasanya ketika melihat hutan saat ini yang habis dibabat. Tidak ada lagi keindahan, birunya langit diatas hijaunya pepohonan mungkin kini hanya tinggal kenangan dan kenangan itu entah kapan akan terukir kembali, terekspos kembali menjadi sebuah kebanggaan berada di tengah hutan yang hijau, hutan hujan tropis dengan toping yang luar biasa indahnya.

Kini lihatlah, semakin banyak hutan yang dibabat tanpa ada pengembalian citra dan kondisi hutan itu menjadi sedia kala. Padahal disana lah makhluk hidup lain bernaung untuk hidup, mencari makanan maupun berkembang biak untuk kelestarian mereka.

Hutan seperti di gambar ini entah kapan akan saya temui lagi. Mudah-mudahan anak cucu kita nanti masih bisa memberikan cerita tentang hutan yang pernah kita lihat dan ceritakan kepada mereka. Jangan sampai mereka hanya menerka-nerka mencoba untuk membayangkan seperti apa hutan yang indah itu, seperti apa keindahan dan kenyamanan berada di hutan yang lebat itu. Sungguh tidak terbayangkan.

Mari kita sama-sama menjaga alam ini. Nikmati keindahan alam ini dengan segala niat yang tulus untuk tetap menginginkan hutan ada di sekitar kita.

Selasa, 09 Juni 2009

DAYA GUNA AIR

Keberadaan air sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Dalam memenuhi kebutuhannya manusia perlu untuk mendayagunakan sumber daya air yang ada. Pendayagunaan sumber daya air dilakukan melalui kegiatan penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan pada setiap wilayah sungai

Penyediaan sumber daya air dalam setiap wilayah sungai dilaksanakan sesuai dengan penatagunaan sumber daya air yang ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan pokok, sanitasi lingkungan, pertanian, ketenagaan, industri, pertambangan, perhubungan, kehutanan dan keanekaragaman hayati, olahraga, rekreasi, pariwisata, ekosistem dan estetika.

Pengembangan sumber daya pada wilayah sungai ditujukan untuk peningkatan kemanfaatan fungsi sumber daya air guna memenuhi kebutuhan air baku untuk rumah tangga, pertanian, industri, pariwisata, pertahanan, pertambangan, ketenagaan, perhubungan, dan untuk berbagai keperluan lainnya

Pengembangan air tanah pada cekungan air tanah haruslah dilakukan secara terpadu dalam pengembangan sumber daya air pada wilayah sungai dengan upaya pencegahan terhadap kerusakan air tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit dilakukan.


DOWNLOAD DOKUMEN INI



Rabu, 03 Juni 2009

KONSEP BIOPORI

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi efek banjir yang kian hari kian mengkhawatirkan di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan sumur resapan, pemanfaatan lahan dan taman untuk penanaman pohon serta dengan memanfaatkan konsep biopori.

a. definisi
Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisme di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah banyak, maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan diharapkan semakin meningkat.

Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah atau dengan perkataan lain akan dapat mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi. Peningkatan jumlah biopori tersebut dapat dilakukan dengan membuat lubang vertikal kedalam tanah. Lubang-lubang tersebut selanjutnya diisi bahan organik, seperti sampah-sampah organik rumah tangga, potongan rumput atau vegetasi lainnya, dan sejenisnya.

Bahan organik ini kelak akan dijadikan sumber energi bagi organisme di dalam tanah sehinga aktifitas mereka akan meningkat. Dengan meningkatnya aktifitas mereka maka akan semakin banyak biopori yang terbentuk. Keseimbangan antara lubang vertikal yang dibuat dengan biopori yang terbentuk akan memungkinkan lubang-lubang ini dimanfaatkan sebagai lubang peresapan air artifisial yang relatif murah dan ramah lingkungan. Lubang resapan ini selanjutnya diberi julukan LUBANG RESAPAN BIOPORI atau disingkat sebagai LRB.

b. Upaya Peningkatan Daya Resapan Air.
Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang.. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm2 atau hampir 1/3 m2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm2. Dengan adanya aktivitas fauna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya. Oleh karena itu bidang resapan ini akan selalu terjaga kemampuannya dalam meresapkan air. Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air.

c. Pemanfaatan Sampah Organik
Lubang resapan biopori "diaktifkan" dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos.. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai "pabrik" pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman/sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.

d. Pemanfaatan Fauna Tanah dan Akar Tanaman
Lubang Resapan Biopori diaktifkan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan "saluran" air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya.

Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.

Dengan hadirnya lubang-lubang resapan biopori dapat dicegah adanya genangan air, sehingga berbagai masalah yang diakibatkannya seperti mewabahnya penyakit malaria, demam berdarah dan kaki gajah (filariasis) akan dapat dihindari.


DOWNLOAD DOKUMEN

ROOF GARDEN

Tidak dipungkiri bahwa pemanasan global telah berdampak negatif terhadap semua aspek kehidupan. Kini tinggal usaha kita untuk mengurangi efek yang mulai terasa sangat mengganggu tersebut. Pemanfaatan lahan untuk penanaman pohon dan taman adalah salah satu hal yang bias kita lakukan. Hingga saat ini masalah yang dihadapi adalah kurangnya keseimbangan lingkungan antara bangunan dengan penghijauan yang terdapat di perkotaan, khususnya di kota-kota besar. Tidak cukupnya informasi edukasi mengenai pola lingkungan hidup yang sehat dan baik, sehingga musibah banjir pun menjadi musiman dan terciptanya iklim panas yang mengkhawatirkan bagi masyarakat perkotaan.

Gedung, area parkir dan Jalan yang padat akan banyak diisi oleh udara panas yang dihasilkan dari penguapan benda keras, seperti beton, kaca, kendaraan dan efek polusi lainnya memerlukan tanaman untuk mengimbangi kondisi lingkungan tersebut, dengan melalui konsep perencanaan yang tanpa mengurangi nilai fungsi, estetika, dan ramah lingkungan itu sendiri. Untuk gedung-gedung dengan areal atap yang masih kosong dapat dimanfaatkan untuk program roof garden.

Roof Garden adalah Penghijauan yang memiliki ruang secara vertikal di sekeliling badan bangunan dan horizontal bila terdapat ruang terbuka diatas gedung tersebut. Roof Garden merupakan area publik dalam bentuk Taman yang memiliki fungsi sebagai penutup/penghalang dari sinar matahari terhadap Bangunan secara langsung. Dengan adanya konsep perencanaan yang bijak, yang akan mengatur segala bentuk optimalisasi ruang hijau (Roof Garden) yang ada di sekitar Gedung Perkantoran, dan juga akan memberikan konsep edukasi bagi penghuni gedung dengan beberapa papan informasi sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian Pemerintah terhadap lingkungan.

Manfaat Roof Garden
1. Area penghijauan (Roof Garden) tersebut juga akan menjadi sarana pendukung bagi lingkungan dan penghuni disekitarnya.
2. Menciptakan suatu keseimbangan antara hunian dan lingkungannya.
Contoh : masyarakat yang berjalan dan duduk santai di sepanjang Gedung Perkantoran dapat menghirup udara segar dan memanjakan mata dengan view yang indah dari penghijauan tersebut.
3. Menciptakan suatu area perkotaan yang ramah lingkungan, modern, higienis yang menawarkan area publik yang sehat, unik, namun dilengkapi juga dengan area edukasi yang mewakili konsep modernisasi
4. Mengurangi efek pemanasan global, belum lagi ditambah dari polusi udara yang dihasilkan dari asap kendaraan dan buangan gas dari dalam gedung itu sendiri.

Bangunan di sepanjang jalur kemacetan lalu lintas dan yang memiliki area ruang luar yang sempit tetap dapat dihijaukan dengan konsep yang manusiawi dan ramah lingkungan. Sempitnya area terbuka hijau di Perkotaan dan padatnya lalulintas perkotaan maka salah satu solusi terbaiknya adalah Roof Garden. Dimana semua area Gedung Perkantoran menggunakannya, sehingga dapat menciptakan lingkungan sehat, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat disekitarnya.


DOWNLOAD DOKUMEN


Jumat, 01 Mei 2009

ARUS TELUK DAN PEMANASAN GLOBAL

Arus teluk adalah arus laut yang membentuk “sungai” raksasa di permukaan Samudra Atlantik. Arus tersebut membawa aliran air hangat yang mengalir ke arah utara sepanjang pantai Timur Amerika Serikat menuju kawasan kutub di Greenland. Di bawah arus hangat tersebut tedapat arus serupa dengan arah sebaliknya membawa air dingin menuju khatulistiwa.

Arus ini adalah sebuah mesin iklim utama yang menghangatkan kawasan Inggris dan sebagian besar Eropa.Tanpa Arus Teluk, iklim di Eropa akan sama dengan iklim di Siberia. Namun para ilmuwan akhir-akhir ini menyatakan bahwa kecepatan arus ini mulai melambat secara serius, yang potensial membawa bahaya besar yang berasal dari pemanasan gloal yang kita rasakan pada saat ini.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Arus Teluk saaat ini mengalir dengan kecepatan kurang dari seperdelapan kecepatannya 5 tahun yang lalu. Selain itu, aliran-aliran air laut superdingin, yang membentuk kolom-kolom raksasa yang normalnya mengalir langsung ke dasar laut sekitar Greenland, saat ini sudah tidak ada lagi.

Salah satu penjelasan lainnya menyebutkan bahwa fenomena ini adalah dampak dari pemanasan global. Penipisan kutub es di wilayah Arktik telah mengakibatkan energi untuk mesin iklim itu telah melemah.

Terlepas dari apa yang menjadi penyebabnya, para ilmuwan telah memperingatkan , apabila fenomena ini terus berlanjut, suhu udara rata-rata di sepanjang Kepulauan Inggris dan Eropa Utara akan turun secara drastis. Hal itu akan menyebabkan perubahan pada musim tanam dan akan mepengaruhi jutaan manusia di bumi kita tecinta ini.

PERBANDINGAN UKURAN PLANET

Banyak hal penting tentang alam semesta yang belum pernah terungkap. Kali ini saya ingin memberikan gambaran tentang planet yang pernah kita kenal. Untuk matahari cukup sulit mencari bahannya.

Matahari

Diameter = 1,392x106 km

Area Permukaan = 6,09 x 1018 km2

Volume = 1,41x1027 km3

Massa = 1,988435x1030 kg



Pluto

Diameter = 1195 km

Area Permukaan = 1,795 x 107 km2

Volume = 7,15x107 km3

Massa = 1,305x1022 kg



Merkurius

Jari-jari equator = 6051,9 km

Area Permukaan = 4,60 x 108 km2

Volume = 9,28x1011 km3

Massa = 4,6865x1024 kg



Venus

Jari-jari equator = 6051,9 km

Area Permukaan = 4,60 x 108 km2

Volume = 9,28x1011 km3

Massa = 4,6865x1024 kg



Bumi

Diameter = 12742,02 km

Area Permukaan = 510067,42 km2

Volume = 1,0832x1012 km3

Massa = 5,9736x1024 kg



Mars

Jari-jari equator = 3402,5 km

Jari-jari polar = 3377,4 km

Area Permukaan = 1,448 x 108 km2

Volume = 1,6318x1011 km3

Massa = 6,4185x1023 kg



Uranus

Jari-jari equator = 25599 km

Jari-jari polar = 24973 km

Area Permukaan = 8,084x 109 km2

Volume = 6,834x1013 km3

Massa = 8,6832x1025 kg



Neptunus

Jari-jari equator = 24764 km

Jari-jari polar = 24341 km

Area Permukaan = 7,619 x 109 km2

Volume = 6,254 x1013 km3

Massa = 1,0234 x1026 kg



Saturnus

Jari-jari equator = 60268 km

Jari-jari polar = 54284 km

Area Permukaan = 4,27 x 1010 km2

Volume = 8,27 x1014 km3

Massa = 5,6846 x1026 kg



Jupiter

Jari-jari equator = 71492 km

Jari-jari polar =68854 km

Area Permukaan = 6,14 x 1010 km2

Volume = 1,43128x1015 km3

Massa = 1,8986 x1027 kg


Kamis, 23 April 2009

TAHAPAN PEMBENTUKAN HUJAN (PENJELASAN AL-QUR'AN)

Tahapan pembentukan hujan baru dapat dipelajari setelah radar cuaca ditemukan. Menurut radar, pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama, pembentukan angin; kedua, pembentukan awan; ketiga, turunnya hujan.
Yang tercantum di dalam Al Quran tentang pembentukan hujan sa-ngatlah sesuai dengan penemuan ini:

“Allah, Dialah yang mengirim angin (tahap pertama), lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menu-rut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal (tahap kedua); lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya (ta-hap ketiga), maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Ruum, 30: 48) !

TAHAP PERTAMA: “Dialah (Allah) yang mengirim angin …”
Sejumlah besar gelembung udara terbentuk karena buih di lautan secara terus-menerus pecah dan menyebabkan partikel air disemburkan ke langit. Partikel yang kaya-garam ini kemudian dibawa angin dan naik ke atmosfer. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, berfungsi sebagai perangkap air. Inilah yang akan membentuk titik-titik awan dengan mengumpulkan uap air di sekitarnya, yang kemudian naik dari lautan sebagai tetesan kecil.

TAHAP KEDUA: “.......menggerakkan awan dan Allah membentang-kannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”
Awan terbentuk dari uap air yang meng-embun di sekitar kristal garam atau partikel debu di udara. Karena tetesan air di awan sangat kecil (dengan kisaran diameter 0,01 dan 0,02 mm), awan menggantung di udara dan menyebar di langit, sehingga langit tertutup oleh awan.

TAHAP KETIGA: “... lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya.”
Partikel air yang mengelilingi kristal ga-ram dan partikel debu akan bertambah tebal dan membentuk tetesan hujan, sehingga tetes-an hujan akan menjadi lebih berat daripada udara, dan mulai jatuh ke bumi sebagai hujan.


MUDAH-MUDAHAN BERMANFAAT

SUMBER:
BUKU HARUN YAHYA HALAMAN 44-45
DOWNLOAD DI SINI



Selasa, 21 April 2009

GAMBUT SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Indonesia adalah negeri yang kaya akan gambut. Permasalahan lahan gambut yang sering timbul akibat mudahnya terbakar di negeri ini sebenarnya juga memberikan pemikiran baru yaitu pemanfaatan lahan gambut yang tersebar di Sumatera atau pun Kalimantan digunakan sebagai sumber energi baru pengganti batu bara.

Energi adalah hal yang paling penting dan sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Hampir 85% penggunaan energi berasal dari sumber bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil atau minyak fossil otomatis akan terus mengurangi cadangan minyak yang ada di perut bumi.

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil bahan bakar fosil, apabila terus menerus menggunakan bahan bakar fosil dan mengeksplorasi tanpa memikirkan cadangan sumber energi, suatu saat nanti justru akan kehabisan bahan bakar yang berasal dari minyak fosil ataupun batu bara ini.
Gambut yang ada pada dasarnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi baru. Pertimbangan yang bisa menjadikan gambut sebagai sumber energi baru adalah:
  • Energi kalor lepas dari gambut yang ada di Sumatera adalah berkisar antara 10 MJ/kg hingga 20 MJ/kg
  • Penggunaan 1m3 gambut sebagai bahan bakar menghasilkan sekitar 600 MJ (Mega Joule) setara dengan penggunaan 17 kg batu bara dan harga beli gambut lebih murah dibandingkan batu bara.
Walaupun demikian, tidak selamanya juga gambut akan bertahan sebagai sumber energi. Banyak hambatan yang akan ditemui pada pemanfaatan lahan gambut ini. Hambatan-hambatan tersebut diantaranya:
  • Curah hujan yang tinggi, karena apabila curah hujan tinggi, proses penggalian akan sulit dan pengeringan akan memamkan waktu lama karena gambut adalah lapisan yang mudah menyerap air.
  • Kandungan pirit yang ada pada beberapa lahan gambut menyebabkan sulitnya mendeteksi lahan gambut yang bagus untuk dijadikan sumber energi alternatif.
  • Pengambilan lahan gambut besar-besaran akan mempengaruhi tinggi muka air tanah, karena apabila muka air tanah di lahan gambut berubah, maka akan sangat mempengaruhi lingkungan sekitarnya.

MUDAH-MUDAHAN BERMANFAAT


Sabtu, 18 April 2009

SAILING TO THE ISLAND OF HOPE

You are a strong boat that can receive a heavy load, made from the best wood, with a dauntless screen to againts wind. Your authenticity is to sail ocean by ocean, to pierce a torm and find an island of hope.

Although a stronger boat made, there is unuseful if only tied up at the pier. A pier is your past time. The tether rope is only your fear and your regret.Don't throw all your power of life. Don't let your past time tied up you there. Breaking up from your fear and your regrets.

Just sail! Do the best!

Things that separate a boat and an island of hope are storm, wave and a coral. A thing that separate you and your succesful is a challenge from a problem. Over there your authenticity will be tested. The truth thing about a boat is it must be sailing pass all the obstacle. The truth about you is you must be working to find the happiness.

SUMBER DAYA AIR - WATER AS A NATURAL RESOURCES

Sumber daya air adalah air, sumber air, dan daya air yang terkandung di dalamnya. Air adalah semua air yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat. Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah. Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah.

Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah. Daya air adalah potensi yang terkandung dalam air dan/atau pada sumber air yang dapat memberikan manfaat ataupun kerugian bagi kehidupan dan penghidupan manusia serta lingkungannya.

Pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan
pengendalian daya rusak air. Pola pengelolaan sumber daya air adalah kerangka dasar dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air. Rencana pengelolaan sumber daya air adalah hasil perencanaan secara menyeluruh dan terpadu yang diperlukan untuk menyelenggarakan pengelolaan sumber daya air.

Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000 km2. Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

Cekungan air tanah adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung.

Hak guna air adalah hak untuk memperoleh dan memakai atau mengusahakan air untuk berbagai keperluan. Hak guna pakai air adalah hak untuk memperoleh dan memakai air. Hak guna usaha air adalah hak untuk memperoleh dan mengusahakan air.

Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Pendayagunaan sumber daya air adalah upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna.

Pengendalian daya rusak air adalah upaya untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air. Daya rusak air adalah daya air yang dapat merugikan kehidupan. Perencanaan adalah suatu proses kegiatan untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan secara terkoordinasi dan terarah dalam rangka mencapai tujuan pengelolaan sumber daya air.

Operasi adalah kegiatan pengaturan, pengalokasian, serta penyediaan air dan sumber air untuk mengoptimalkan pemanfaatan prasarana sumber daya air. Pemeliharaan adalah kegiatan untuk merawat sumber air dan prasarana sumber daya air yang ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi sumber air dan prasarana sumber daya air. Prasarana sumber daya air adalah bangunan air beserta bangunan lain yang menunjang kegiatan pengelolaan sumber daya air, baik langsung maupun tidak langsung. Pengelola sumber daya air adalah institusi yang diberi wewenang untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air.

SUMBER:

UU No 7 Tahun 2004 tentang SUMBER DAYA AIR
DOWNLOAD DISINI!



MUDAH-MUDAHAN BERMANFAAT

Komentar Facebook Anda

My Latest Post

I WANT THIS!!!

I WANT THIS!!!
Help Me to be JAZZY

I'm Yours JASON MRAZ

Winamp Player