Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Juni 2010

NETWORK PLANNNING PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI

1. Sejarah Network Planning

Dengan berkembangnya teknologi dan informasi, sebuah perusahaan lebih mengutamakan perencanaan yang matang dengan sedikit pekerja dari pada menggunakan pekerja yang dominan tanpa perencanaan.
Network Planning adalah sebuah cara atau teknik yang sangat membantu dalam sebuah perencanaan, penjadwalan dan pengawasan sebuah pekerjaan proyek yang terdiri dari beberapa pekerjaan yang saling berhubungan.Semenjak tahun 1950, network planning ini telah mulai dikembangkan di Amerika Serikat (US). Ketika itu ada dua metode yang dikenal dalam network planning, yaitu:

a) Program Evaluation And Review Technique (PERT)

b) Critical Path Method (CPM)
Hingga kini telah banyak berkembang konsep dari network planning tersebut di seluruh dunia.

2. Prinsip Dasar Network Planning
Pengelolaan sebuah proyek mencakup banyak manajemen dan koordinasi berbagai macam bentuk kegiatan. Ketika beberapa tugas yang harus diselesaikan sudah berada di atas meja kerja, maka hal ini menjadi suatu tantangan untuk menjaga semua aspek proyek agar semuanya tetap berjalan dengan lancar.
Dalam sebuah pelaksanaan proyek konstruksi ataupun lainnya, haruslah direncanakan dengan matang sebuah rancangan kegiatan kerja. Untuk dapat membuat perencanaan kerja harus mencakup hal-hal:- membuat rencana, skedul dan diagram informasi proyek
- mengelola sebuah proyek dalam milestone
Milestone menyatakan suatu peristiwa atau kondisi yang menandai penyelesaian sekelompok tugas yang saling berhubungan atau penyelesaian suatu tahap dari sebuah proyek.
- menelusuri perkembangan yang terjadi pada sebuah proyek yeng sedang dilaksanakan
- menetapkan dan menjadwalkan sumber daya yang ada (Resources).
- dan lainnya.Proyek, secara sederhana adalah sebagai suatu urutan peristiwa yang dirancang dengan baik dengan suatu permulaan dan suatu akhir yang diarahkan untuk mencapai tujuan yang jelas dan dipimpin oleh orang, dengan beberapa parameter seperti waktu, biaya dan kualitas.

3. Network Planning
Network adalah sebuah jaringan kerja yang dimaksudkan pada sebuah proyek kerja konstruksi. Untuk memudahkan pelaksanaan sebuah proyek konstruksi, maka diperlukan adanya sebuah perencanaan yang baik agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Perencanaan jaringan kerja pada sebuah proyek lebih dikenal dengan istilah network planning(NWP).
Sebuah network planning adalah gambaran kejadian-kejadian dan kegiatan yang diharapkan akan terjadi dan dibuat secara kronologis serta dengan kaitan yang logis dan berhubungan antara sebuah kejadian atau kegiatan dengan yang lainnya. Ini juga merupakan teknik dalam perencanaan kegiatan atau proyek yang dapat menjawab pertanyaan bagaimana mengelola suatu proyek dan dasar yang kokoh bagi seorang pimpinan proyek untuk menentukan kebijakan di dalam suatu proyek konstruksi.Agar dapat berjalan dengan sesuai yang telah direncanakan, sebuah network planning merupakan alat bagi seorang pimpinan proyek untuk dapat melaksanakan penjadwalan dan pengendalian yang cermat dalam pelaksanaan suatu kegiatan proyek konstruksi.

4. Kegunaan Network Planning
Data atau informasi yang diperoleh, namun tidak teratur dapat terorganisir dengan tepat. Dapat menunjukkan urutan pekerjaan sebuah proyek kerja konstruksi yang paling efisien, diukur dari sudut biaya dan waktu pelaksanaan proye tersebut.
• Dapat memfokuskan perhatian pada hal-hal yang kritis yang mungkin terjadi pada pelaksanaan sebuah pekerjaan konstruksi.
• Mengarahkan seorang pimpinan mengambil keputusan dan mengelola resources (sumber daya) dalam usaha mempercepat selesainya proyek.Resources yang dibutuhkan dapat berupa orang, peralatan dan juga fasilitas-fasilitas khusus untuk mengerjakan proyek tesebut.
• Memudahkan koordinasi dengan orang-orang atau lembaga yang terlibat.
• Memudahkan pengawasan dan pengendalian.
• Pedoman bagi para pelaksana pekerjaan sebuah proyek.

5. Perkembangan Network Planning

a. CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique) atau NETWORK DIAGRAM.
Semenjak dikenalkan pada tahun 1950 di Amerika oleh Du Pont Company secara independen, network planning mulai berkembang di negara-negara lain. Dua metode awal pada network planning yang dikenal yaitu CPM dan PERT. CPM bergantung pada PERT yang dapat mengatasi masalah penjadwalan kerja. CPM lebih banyak mengarah pada bagian permasalahan biaya dan waktu. Karakteristik umum dari dua metode ini adalah:- Sebuah proyek bisa menjadi diubah menjadi paket pekerjaan atau paket kegiatan yang terdefinisi dengan baik.
- Sebuah pekerjaan harus dilaksanakan pada urutan kerja tertentu.- Dengan sebuah urutan kerja berbentuk ’S’, kegiatan dapat ditentukan awal proyek dan akhir proyek.Pada CPM, yang dilakukan adalah menentukan dan mengoptimalkan terjadinya garis kritis. Sebuah pekerjaan yang dilakukan tanpa memiliki garis kritis dapat dilaksanakan lebih cepat atau lebih lambat tanpa mempengaruhi pelaksanaan keseluruhan sebuah proyek.Pada metode PERT, pelaksanaan berdasarkan pada perkiraan yang tidak tentu. Didominasi oleh kecenderungan yakin akan waktu yang akan dikerjakan (optimis), berdasarkan pelaksanaan yang paling sering digunakan (most likely) dan tidak yakin akan waktu yang direncanakan (pesimis). Maka diambil rata-rata dari ketiga elemen tersebut.
Oleh karena itu, metoda ini menggunakan range untuk menentukan durasi pekerjaan. Bisa juga dilakukan perhitungan untuk menentukan durasi yang diinginkan.Rumus perhitungan durasi dengan PERT yaitu:

Dengan PERT, kita bisa menghitung waktu yang dibutuhkan. Tetapi, kelemahannya adalah membutuhkan banyak biaya dan tenaga kerja. Hanya bisa digunakan pada pekerjaan besar dan proyek yang kompleks.

b. Gantt (Bar) Chart
Merupakan sebuah metode network planning yang cukup banyak digunakan. Pada Gantt Chart ini mengkombinasikan dua hal, yaitu penjadwalan dan fungsi perencanaan. Gantt chart ini lebih dikenal karena penggunaannya yang mudah dan sederhana.
Sebuah Gantt chart digunakan dengan mudah karena pelaksanaan sebuah pekerjaan tidak terganggu oleh kegiatan lainnya yang benar-benar dikerjakan sesuai dengan urutan pekerjaan tanpa mendahului atau melewati waktu perencanaan.Milestone chart juga merupakan bagian dari Gantt chart ini. Dengan menggunakan Gantt chart dapat diperoleh berbagai keuntungan seperti pada pelaksanaan pekerjaan, sebuah aktivitas mudah untuk dipahami urutan pekerjaannya. Dengan bar chart sebuah urutan pelaksanaan mudah dibuat dan diperbaiki.Namun, akibat dari ketidaktergantungnya pekerjaan yang satu dengan yang lain, maka pelaksanaan pekerjaan akan menjadi lebih lama. Juga dengan menggunakan metode ini, urutan kegiatan sebuah pekerjaan menjadi sulit untuk dilaksanakan.
Contoh bar chart beserta pekerjaannya:
6. Kesimpulan
Dengan adanya sebuah perencanaan jaringan kerja makan seorang pimpinan proyek akan mendapatkan manfaat yang besar dalam pelaksanaan proyek, yaitu:
a) Mampu melakukan identifikasi kegiatan yang harus ditangani secara proyek.
b) Mampu memandu proses operasi proyek.
c) Mampu merencanakan serta mengendalikan kegiatan proyek dengan mengutamakan penyelesaian yang tepat waktu.
d) Mampu merencanakan serta mengendalikan biaya proyek dengan mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan melakukan tindakan koreksi tepat pada waktunya.


(Ari Kusnadi: dari berbagai sumber)

Minggu, 11 Oktober 2009

FAKTOR-FAKTOR PENTING PERANCANGAN STRUKTUR BAJA

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan struktur baja adalah:
1. Lay out struktur
a. Bangunan Kantor
- Cukup penerangan, baik alami maupun buatan
- Ruang bebas dari gangguan pemakai yang lain
- Tangga dan elevator cukup
- Ruang sirkulasi
- Ruang pelayanan untuk pengendalian suhu ruangan
b. Bangunan Industri
- Pelayanan angkutan dan pengerekan barang
- Perlindungan terhadap cuaca
- Ruang gerak untuk pekerja sekitar mesin
- Lay out mesin
- Cukup penerangan, baik alami maupun buatan
- Fasilitas memadai dan menyenangkan pekerja
- Perlindungan terhadap bencana
c. Jembatan
- Lokasi fleksibel bagi lalu lintas
- Kapasitas diperhitungkan untuk masa mendatang
- Jika jembatan melintasi sungai untuk lalu lintas kapal, jembatan harus
dibangun tinggi sehingga tidak mengganggu pelayaran
- Jika jembatan melintasi rel atau jalan raya maka harus ada ruang bebas
secukupnya
- Penyediaan akses pipa air dan listrik
2. Persyaratan struktur
Perancangan struktur harus memperhatikan persyaratan berikut ini:
a. Cukup kuat dan kaku
b. Tidak mengganggu fungsi struktur
c. Biaya pembuatan dan pemeliharaan harus ekonomis
d. Siap untuk dikembangkan di masa yang akan datang
3. Langkah perancangan
Perancangan meliputi langkah-langkah berikut ini:
a. Pembebanan dalam berbagai kemungkinan dicoba untuk mendapatkan keadaan
ekstrim yang harus dipikul oleh elemen-elemen struktur
b. Pengaturan berbagai balok, kolom dan elemen struktur yang lain untuk memikul
gaya-gaya luar dan pengaruh beban struktur
c. Hitungan tegangan batang-batang struktur
4. Analisis Bahan
Struktur harus mampu dalam memikul beban-beban yang mungkin bekerja. Berbagai
kombinasi beban harus dicoba untuk memperoleh kondisi kritis dari struktur dan
membahayakan struktur.
Beban-beban yang perlu dipertimbangkan dalam kombinasi adalah sebagai berikut:
- Beban mati
- Beban hidup
- Beban kejut
- Beban angin
- Beban gempa
- Tekanan tanah
- Tekanan air
- Gaya sentrifugal
- Gaya ke atas
- Perubahan suhu
- Tegangan sekunder



DOWNLOAD DOKUMEN INI


Kamis, 16 Juli 2009

KONSTRUKSI BANGUNAN MESJID

Dalam melaksanakan konstruksi bangunan gedung, terutama pembangunan sebuah gedung masjid sebagai tempat ibadah yang harus diperhatikan adalah perencanaan beban-beban yang akan bekerja pada plat lantai, kolom maupun balok.
Berbeda dengan bangunan kantor dan lainnya, sebuah bangunan mesjid haruslah memiliki safety factor yang lebih besar. Sebagai contoh:
  • Untuk perencanaan beban hidup pada plat lantai mesjid disyaratkan minimal 400 kg/m2 sedangkan untuk bangunan kantor hanya 250 kg/m2.
  • Penggunaan koefisien reduksi beban hidup untuk balok, kolom dan portal pada mesjid sebesar 0,90 sedangkan pada bangunan kantor hanya 0,60
  • Penggunaan koefisien reduksi beban hidup untuk tinjauan efek gempa pada mesjid sebesar 0,50 sedangkan pada bangunan kantor hanya 0,30
Untuk melaksanakan perencanaan dan perhitungan konstruksi bangunan mesjid harus dianalisa terlebih dahulu beban-beban yang bekerja di struktur atas lalu turun ke bawah hingga diperoleh dimensi-dimensi plat atap, plat lantai dan balok serta kolom hingga dimensi pondasi yang mampu menahan berat struktur di atasnya. Tidak terkecuali juga peninjauan daya dukung tanah.
Sedangkan untuk melaksanakan pekerjaan harus dimulai dengan pelaksanaan konstruksi pondasi hingga ke struktur atap. Gambar pra desain yang diperoleh tanpa perhitungan konstruksi total tidak dapat dijadikan acuan untuk melaksanakan pekerjaan karena belum mengacu pada dimensi yang diperlukan sebenarnya.


MUDAH-MUDAHAN BERMANFAAT




Rabu, 03 Juni 2009

QUALITY CONTROL OF CIVIL WORK

Saat ini terdapat kecenderungan adanya gejala di mana pencapaian mutu hasil pembangunan (bangunan gedung, konstruksi jalan dan jembatan, serta bangunan irigasi) tidak konsisten dengan perencanaan teknis, di mana terlihat dari fenomena hasil pembangunan yang ternyata cepat rusak dan umur teknis-nya ternyata lebih pendek dari umur rencana. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan mutu hasil pembangunan yang sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak. Salah satu upaya untuk mencapai sasaran itu adalah dengan memberdayakan sumber daya manusia agar memiliki Quality Control of Civil Work yang memiliki kemampuan mengendalikan mutu proyek-proyek yang ditanganinya.

Yang harus dipahami dalam Quality Control of Civil Work adalah:
1. Sikap dan Motivasi seorang Quality Control
2. Manajemen Pengendalian Mutu
3. Karakteristik tanah dan uji laboratorium untuk pekerjaan tanah dan pondasi
4. Kontrol Pekerjaan tanah dan pondasi
5. Pengendalian Mutu Pekerjaan Beton
6. Evaluasi mutu beton
7. Pengujian Tidak Merusak (NDT)
8. Peralatan, Metoda, dan Pelaksanaan Pengujian NDT
9. Pengendalian Mutu pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan
10. Pengendalian mutu pada pelaksanaan penghamparan dan pemadatan
11. Praktek Laboratorium dan Lapangan

Dari seorang Civil Engineer harus:
1. Mengetahui tentang sikap dan motivasi seorang Quality Control
2. Memahami tentang pengendalian mutu pekerjaan tanah, pondasi, pekerjaan beton
dan struktur
3. Memahami tentang pengendalian mutu pekerjaan perkerasan aspal
4. Menguasai praktek laboratorium dan lapangan

DOWNLOAD DOCUMENT
Quality Control of Civil Work


Selasa, 12 Mei 2009

KNOWLEDGE OVER THE WORLD

There are so many people thought about the theory that said our center solar system eaten by a dragon. Although it is a little bit impossible, but there are some website just give the explanation about it with interesting words like this article. I just like to read for each times. A knowledge like this is important for us. We must know about it. It can open our mind to realize that people can thought like that. I feel it is amazing if the sun really eaten by a dragon that have big wings and flying to find the food.

So wonderful if we follow the story of it and compare to the high technology that explain the theory more respectful and real. May be for the old people it is a big experience to see the sun disappear from the sky. If they know the reality may be they would be regret to make a decision that sun as our life source energy disappear for a short time. It is a good article. If you wanna see the history about it you can find at the most website from your home. But you must know about the real knowledge of it. So, if you had been asked by some one, you can answer it with the real and correct answer. Thank you.

Sabtu, 02 Mei 2009

PENERBANGAN PERTAMA 1903 WRIGHT BROTHERS

Ini merupakan salah satu hal yang sangat mencengangkan dunia dalam bidang pesawat udara yang pernah dibuat. Hanya dengan dua orang pembuat sepeda dari Daytona, Ohio di Amerika Serikat telah membuat sebuah pesawat fenomenal berbekal kayu dan lapisan fiber untuk terbang. Mereka adalah Orville Wright dan Wilbur Wright atau hingga saat ini lebih dikenal dengan nama Wright’s Brothers atau Wright Bersaudara.


Mungkin hanya akan terlihat seperti sebuah layang-layang jika kita bandingkan dengan pesawat terbang yang kita kenal saat ini. Kedua kakak beradik ini tidak pernah sedikit pun membayangkan bahwa hasil ciptaan mereka untuk terbang kala ini akan menjadi kunci sejarah dalam perkembangan pesawat udara di dunia.


Satu hal yang paling penting dari penerbangan yang pernah dilakukan oleh Wright Bersaudara adalah bahwa mereka belajar untuk terbang ketika mereka terbang. Mereka tidak pernah belajar ataupun mengenal peralatan navigasi yang telah berkembang secanggih saat ini. Tidak ada buku panduan untuk terbang ataupun pmbimbing mereka untuk melakukan itu. Mereka hanya mencoba dan berusaha untuk bisa.


Berikut ini adalah data spesifikasi pesawat udara yang pernah mereka buat pada tahun 1903:

  1. Kecepatan Maksimum : 56 km/jam
  2. Tinggi Layan Terbang : <>
  3. Mesin : Mesin manual dengan tenaga 12 HP
  4. Berat kosong : 274 kg
  5. Kapasitas Bahan Bakar : 0,95 liter
  6. Panjang Badan : 6 meter
  7. Lebar Sayap : 12 meter
  8. Area Terbang : 155 meter persegi
  9. Penumpang : 1 orang

Komentar Facebook Anda

My Latest Post

I WANT THIS!!!

I WANT THIS!!!
Help Me to be JAZZY

I'm Yours JASON MRAZ

Winamp Player